Dan ketika dilanda sepi, segala suara perlahan mati, hanya gema hati berbisik pada dinding sunyi tentang rindu yang tak berhenti. Langit pun seperti menjauh awan berlalu tanpa salam angin dingin menyapa menggigilkan jiwa yang retak perlahan. Dan ketika dilanda sepi, mata mencari bayang yang pernah ada tangan menggapai hangat yang kini tiada. Namun dari celah diam aku temui ketenangan dalam doa yang lama terpendam perlahan naik ke langit malam. Sepi bukan musuh hanya ruang untuk aku kembali menyelami makna diri dan mencari cahaya meski samar di hujung hari. Dan, aku biarkan Sunyi itu bertapak di hati untuk kesekian kalinya Meskipun, pedihnya seperti dibelit sembilu Desa Putra 19 Aug 2025
Comments
Post a Comment