Dan, Ketika Sunyi Itu Bertapak Di Hati

 



Dan ketika dilanda sepi,
segala suara perlahan mati,
hanya gema hati
berbisik pada dinding sunyi
tentang rindu yang tak berhenti.

Langit pun seperti menjauh
awan berlalu tanpa salam
angin dingin menyapa
menggigilkan jiwa yang retak perlahan.

Dan ketika dilanda sepi,
mata mencari
bayang yang pernah ada
tangan menggapai
hangat yang kini tiada.

Namun dari celah diam
aku temui ketenangan
dalam doa yang lama terpendam
perlahan naik ke langit malam.

Sepi bukan musuh
hanya ruang untuk aku kembali
menyelami makna diri
dan mencari cahaya
meski samar di hujung hari.

Dan, aku biarkan
Sunyi itu bertapak di hati
untuk kesekian kalinya
Meskipun, pedihnya seperti dibelit sembilu




Desa Putra
19 Aug 2025

Comments

Popular posts from this blog

Hari Lahir - 10 April 2010